A. ENGINE TUNE-UP
1. Landasan teori
Mobil yang dipakai untuk kepentingan sehari-hari semakin lama kondisi mesin akan mengalami perubahan karena adanya komponen yang aus,kotor dan sudah tidak layak lagiuntuk dipakai. Hal tersebut disebabkan karena ada gerakan mekanik (gesekan) dalam mesin, oleh karena itu perlu dilakukan Engine Tune-Up.
Engini Tune-Up adalah tindakan untuk mengembalikan kondisi mesin ke kondisi awal agar dapat bekerja normal.Apabila mesin mengalami gangguan yang tidak bisa diatasihanya dengan Tune-Up, maka akan dilaksanakan over huole.
a. Sistem pendingin

Gambar : 1.1 Sistem Pendingin
|
b. Sistem pelumasan

Gambar : 1.2 Sistem Pelumasan.
c. Sistem bahan bakar

Gambar : 1.3 Sistem Bahan Bakar
1. Gejala kerusakan
Gejala kerusakan yang dialami mobil isuzu panther adalah :
a. Mesin kurang tenaga
b. Bahan bakar boros
c. Asap gas buang biru / hitam
2. Diagnosa dan Analisa
a. Mesin kurang tenaga
Kemungkinan penyebabnya :
1) Saringan udara tersumbat
2) Ada air dalam bahan bakar
3) Saringan bahan bakar tersumbat / kotor
4) Tekanan nozzle terlalu rendah
5) Delivery valve rusak
6) Setelan katup tidak tepat
b. Bahan bakar boros
Kemungkinan penyebabnya
1) Saluran bahan bakar bocor
2) Saringan udara tersumbat / kotor
3) Setelan putaran stasionerkurang tepat
4) Tekanan nozzle terlalu rendah
5) Delivery valve rusak
6) Kopling selip
c. Asap gas buang biru / hitam
Kemungkuna penyebabnya :
1) Saringan udara tersumbat / kotor
2) Takanan nozzle terlalu tinggi
3) Delivery valve rusak
4) Volume pengabutan terlalu banyak
3. Perbaikan
a. Persiapan
1) Alat :
a) SST Water Sedimenter g) Kunci ring 22 - 24
b) SST Filter Solar h) Rachet
c) Alat penguji nozzle i) Sambungan pendek dan
d) Feeler geuge sedang
e) Kunci sock 10, 12 dan 14 j) obeng (-)
f) Kunci kombinasi 10 dan 12
2) Bahan :
a. Air pendingin d. Minyak Pelumas
b. Kain lap
c. Air accu
b. Pelaksanaan
Adanya kebutuhan terhadap sistem bahan bakar yang bersih dan kedap udara pada mesin diesel mengakibatkan perlunya perbaikan dan perawatan yang teratur pada sejumlah komponen sistem dan perlengkapannnya. Titik-titik perbaikan umum kendaraan ringan yang bermesin diesel dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu perbaikan komponen-komponen penyaringan, pemeriksaan atau penyesuaian/penyetelan kerja komponen-komponen, serta pemeriksaan kondisi kelayakan kerja komponen-komponen.
Titik-titik servis umum pada kendaraan diesel ringan adalah sebagai berikut :
- Filter udara primer dan sekunder -Kebocoran bahan bakar/udara
- Filter bahan bakar - Penyetelan sabuk timing
- Sedimenter bahan bakar - Kondisi saluran bahan bakar
- Kecepatan idle mesin - Kerja indikator sedimenter
2. Pemeriksaan Sistem Penyaringan
Pemeriksaan sistem penyaringan dilaksanakan terhadap komponen-komponen yang berfungsi melakukan penyaringan dalam sistem bahan bakar diesel atau pada sistem-sistem yang berhubungan. Pemeriksaan sistem penyaringan dilakukan pada dua area, yaitu penyaringan bahan bakar diesel,

Gambar 1.4 Pemeriksaan elemen filter bahan bakar terhadap adanya bahan yang mengontaminasi sesudah dibongkar
3. Pemeriksaan Kondisi Komponen
Pada pengecekan kondisi komponen dilakukan pemeriksaan pada komponen-komponen sistem bahan bakar apakah masih layak dipakai. Pada servis ini kondisi fisik komponen-komponen diperiksa secara visual apakah terdapat keausan, kerusakan atau kebocoran padanya. Komponen-komponen utama sistem bahan bakar yang memerlukan pemeriksaan kondisinya adalah pipa-pipa dan saluran-saluran pembagian suplai, rangkaian pipa bertekanan tinggi beserta penyambungnya (fitting), dan saluran-saluran dan pipa-pipa rangkaian aliran pelimpah. Pada pipa-pipa dan saluran-saluran dilakukan pemeriksaan terhadap adanya kerusakan fisik seperti retak akibat sudah terlalu tua atau aus, pemeriksaan apakah ada sambungan yang longgar atau kurang aman serta pemeriksaan adanya pipa yang terpuntir, tertekan atau bengkok.
Selain itu dalam pengecekan servis juga dilakukan pemeriksaan adanya kebocoran bahan bakar atau kebocoran udara dalam sistem bahan bakar. Kebocoran udara atau bahan bakar menunjukkan adanya komponen yang rusak, aus atau pemasangan yang kurang tepat. Kebocoran bahan bakar harus segera diperbaiki karena dapat mengakibatkan timbulnya bahaya kebakaran pada kendaraan. Kebocoran udara pada sistem bahan bakar akibat sambungan pipa yang kurang erat atau retak akan menurunkan performa mesin serta menimbulkan kemungkinan terjadinya kerusakan sistem bahan bakar akibat bahan pengkontaminasi yang tidak tersaring yang memasuki sistem bahan bakar. Pemeriksaan terhadap adanya kebocoran komponen harus dilaksanakan pada interval servis berkala saat mengganti pelumas mesin karena hal tersebut hanya memerlukan pemeriksaan visual pada semua komponen, termasuk tangki bahan bakar, garis bahan bakar, rumah filter/sedimenter, pompa bahan bakar injeksi, pompa pengangkat maupun injektor-injektor.

Gambar 1.5 Titik-titik pemeriksaan servis pada sistem bahan bakar dieselkendaraan ringan
4. Pemeriksaan Kerja Komponen/Penyetelan Komponen
Pemeriksaan periodik berbagai komponen sistem bahan bakar dilakukan untuk pemeriksaan penyetelan komponen. Kerja berbagai macam komponen yang melaksanakan tugas-tugas penting dalam sistem harus disetel sesuai dengan spesifikasi pabrik agar kerja serta performa mesin menjadi efisien. Pemeriksaan setelan termasuk di antaranya adalah pemeriksaan kontrol kecepatan mesin pada katup trotel idle atau maksimum serta sabuk timing. Pemeriksaan setelan sabuk timing perlu dilakukan karena sabuk timing yang kurang kencang akan sangat mempengaruhi waktu penginjeksian pompa injeksi bahan bakar. Hal ini disebabkan oleh pengendalian sabuk yang terlalu banyak berubah sehingga menyebabkan pengendalian pada pompa menjadi berubah-ubah, oleh karena itu maka mempengaruhi performa mesin.
Pada pengecekan kerja komponen dilakukan pemeriksaan komponen-komponen minor pada system bahan bakar diesel apakah bekerja dengan baik. Komponen-komponen minor juga melakukan tugas-tugas yang penting dalam sistem serta memerlukan pemeriksaan perawatan periodik untuk manjamin agar tetap bekerja dengan baik. Pada pemeriksaan kerja termasuk di antaranya adalah dilakukan pemeriksaan apakah saklar indikator level air pada sedimenter bahan bakar atau filter bahan bakar bekerja dengan baik. Kerja komponen-komponen tersebut merupakan hal yang penting dalam sistem peringatan kontaminasi sistem bahan bakar. Pemeriksaan setelan komponen maupun pemeriksaan kerja komponen disarankan oleh pabrik untuk dilakukan secara teratur dalam interval servis tertentu sehingga tidak harus dilakukan saat penggantian pelumas.
![]() |
Gambar 1.6 Pengetesan kerja saklar peringatan level air saat dilakukan servis
5. Titik-titik Kebocoran Bahan Bakar/Udara
Gambar berikut menunjukkan titik-titik kebocoran yang bisa terjadi pada sistem bahan bakar diesel. Baik kebocoran bahan bakar maupun kebocoran udara bisa terjadi pada titik-titik ini karena daerah tersebut merupakan rangkaian pembagi bertekanan rendah yang dapat membuat tersedotnya udara lewat sambungan-sambungan yang buruk oleh pompa pengangkat. Rangkaian bertekanan tinggi yang tidak ditunjukkan oleh gambar hanya akan mengalami kebocoran bahan bakar melalui sambungan-sambungan yang buruk karena tekanan sistem menghalangi udara memasuki rangkaian.
![]() |
Gambar 1.7 Titik-titik tempat kemungkinan terjadinya kebocoran udara dan kebocoran bahan bakar pada sistem bahan bakar diesel

